Bhakti Eko Nugroho atau yang lebih akrab dipanggil dengan panggilan Bhakti adalah pria yang jiwanya selalu resah melihat kondisi sekitar. Menurutnya jiwa resah itu hadir karena intelektualitas yang ia dapat dari materi-materi perkulihan, “bagaimana tidak, kita belajar pengantar ilmu ekonomi berpikir mengenai distribusi pendapatan hingga gap antara si miskin dan si kaya tidak terlalu jauh, tapi ternyata di sekaliling masih banyak orang miskin.”
Kapabilitasnya dalam gerakan tidak perlu diragukan lagi, saat SMA ia pernah menjabat sebagai ketua KAPMI (kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia) Jakarta Selatan. Saat masih maba (2006) pun bargaining position Bhakti sudah kuat, dibuktikan dengan dibentuknya gerakan slayer orange. Pada kepengurusan BEM FISIP 2008 yang digawangi oleh Pandu-Ajeng, ia menjabat sebagai kepala departemen kajian strategi. Bulan pertama kepengurusan BEM FISIP UI pun ia langsung dinobatkan sebagai BPH of The Month (bukti atas dedikasi yang tinggi terhadap amanat yang ia pegang). Nafas gerakan yang dimilikinya tidak lantas mengukung dirinya dari hal-hal lain, dibuktikan dengan akademisnya yang tetap mantab, IPK terancam cumlaude, 3.37. Gerakan hebat! IPK nyaris empat!
Percaya pada kemampuan diri dan dukungan teman-temanlah yang membuat keinginan untuk berbakti pada FISIP bertambah kuat.
BHAKTI INGIN BERBAKTI UNTUK FISIP
Posted in Uncategorized
Mansyur: Geliat Jombang tak hanya dari Ponari
Rasanya Jombang, tidak sepenuhnya harus bersedih karena Ryan atau pun Ponari karena ternyata di FISIP UI masih ada pemuda Jombang yang patut dibanggakan. Dia adalah Mansyur Ridho, mahasiswa Sosiologi 2006 yang siapa mendamping Bhakti untuk BEM FISIP satu. Pemuda yang selalu mengembangkan senyum ini percaya bahwa bekal organisasinya sejak SMP hingga kini akan mendukungnya untuk memajukan BEM FISIP UI.
Pada kepengurusan BEM Adi-Yustian, ia dipercaya menjadi PO LIMAS (LIMAS berhasil menjadi proker terbaik tingkat UI). Sedangkan pada BEM kepengurusan Pandu-Ajeng ia dipercaya menjadi kepala departemen keilmuan. Kesibukannya dalam organisasi tidak sedikitpun menjadi alasan baginya untuk tidak berprestasi, tercatat hingga kini IPKnya masih berada pada posisi 3.59. Belum lagi prestasinya dalam karya ilmiah, Mansyur Ridho berhasil menjadi juara 1 dalam lomba penulisan karya ilmiah mewakili UI ditingkat Jawa dan Sumatra.
Posted in Uncategorized
kata mereka…
“Bhakti yang saya kenal adalah seorang mahasiswa berkarakter, punya nyali, dan visioner. Saya yakin ia adalah orang yang paling tepat untuk memimpin FISIP selama satu tahun ke depan”
“Saya mengenal Bhakti sebagai mahasiswa yang aktif dalam kuliah-kuliah saya, kritis bertanya dan tajam analisisnya. Menurut saya mencerminkan intelektual yang tinggi, dan hal itu menjadi syarat amat penting guna menjadi ketua BEM FISIP UI”-Prof. Adrianus Meliala
“Selain rasa kepedulian yang tinggi, sikap kritis merupakan hal yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin, dan kedua aspek itulah saya lihat ada dalam diri seorang Bhakti”-Tino Gaus, Ketua BEM FMIPA 2009.
“Kepedulian adalah awal dari perjuangan, pergerakan dan tindakan lainnya. Berawal dari kepedulian itulah perubahan terjadi. Saya rasa Bhakti orang yang peduli.”-Ketua Darul FT UI 2009
“Bhakti-Masnyur saya mengenal betul kredibelitas dan kompentensi keduannya. Bhakti mahasiswa representasi seorang Soe Hok Gie yang cinta akan dunia pergerakan. Mansyur representasi mahasiswa berprestasi yang handal menejerial. Bukankan karakter seperti itu yang tepat untuk menjadi pemimpin?”-M. Kholid Ketua BEM FE.
Posted in Uncategorized
OBAMA MAKIN MANTAB MENUJU BEM 1
Setelah menjalani masa kampanye selama hampir dua minggu, terbukti bahwa Bhakti-Mansyur, kandidat Ketua dan Wakil Ketua BEM FISIP UI 2009, sangat menguasai isu yang diperdebatkan dalam berbagai agenda debat Pemira FISIP UI. Nah, itu bukti bahwa Bhakti-Mansyur merupakan kandidat yang paling kompeten untuk memimpin BEM FISIP UI 2009 menuju kejayaan. Penguasaan materi isu yang diperdebatkan itu juga membuktikan bahwa Bhakti-Mansyur sangat peduli terhadap kondisi dan isu sosial lingkungan. Hal itu terlihat saat mereka mempresentasikan dan menjawab pertanyaan seputar isu SIMAK UI, BHP, dan BOP. Belum lagi rasa kepedulian mereka yang terasa ketika mereka sangat menghargai keberadaan teman di FISIP yang tidak tahan terhadap asap rokok dengan mendukung adanya areal bebas rokok. Mereka sangat konsisten dalam merangkul semua pihak terlihat dari proker mereka yang beragam mulai dari Gelas Teko, Pekan Komunitas, dan Beasiswa D3. Nah,janganlah ragu! Lihatlah pemimpin dari ‘isi’nya, jangan hanya dari ‘kulit’nya! BHAKTI MANSYUR Pilihan yang Cerdas!
Posted in Uncategorized
Pemira?! Emang Gw Pikirin!
“Udah menentukan pilihan belum untuk BEM FISIP selanjutnya?” teman saya bertanya pada salah seorang mahasiswa FISIP. “Aku nggak terlalu mikirin sih masalah kaya gitu, masalah kaya gitu nggak mempengaruhi hidup aku secara signifikkan. Mau siapa pun yang mimpin, ya nggak bakal pengaruhi hidup aku sepenuhnya.” itu jawaban yang saya dapat dari teman-teman FISIP.
Entah BEM memang terlalu jauh atau memang teman-teman tidak mendapat manfaat dari BEM.
Padahal FISIP kan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik yang harusnya peduli akan masalah-masalah sosial yang ada, ironis memang, tapi inilah kenyataannya, hampir setiap tahunnya hanya kurang dari 20 % dari 8000 suara saja yang menggunakan hak pilihnya.
Tentunya ini menjadi koreksi dan refleksi baik dari kandidat maupun panitia pelaksana. Agar bekerja lebih optimal dan bagi kandidat tidak hanya merangkul ketika ada kepentingan semata, tetapi setelah itu lupa akan janji-janjinya untuk menjadikan FISIP yang lebih baik.
Semoga dengan keikutsertaan Bhakti-Mansyur dalam warna-warni demokrasi di FISIP kali ini banyak teman-teman FISIP menyadari bahwa inilah saat yang tepat untuk menggunakan hak pilih mereka. Karena kompetensi, kecintaan, pengabdian, dan totalitas terhadap FISIP yang tidak perlu diragukan lagi. So, teman-teman luruskan niat untuk FISIP yang lebih baik bersama kandidat nomor 2, Bhakti-Mansyur.
Posted in Uncategorized
resmi loh,
patut diliat, patut ketawa,
Posted in Uncategorized
Pekan Komunitas, Bukti Nyata Kecintaan Obama Terhadap Komunitas Seni dan Olahraga.
Siang teman-teman! Menjelang pemira FISIP UI 2009, banyak hal yang meng-hektik-an yang harus dihadapi oleh salah satu kandidat ketua BEM FISIP UI 2009, Bhakti-Mansyur. Diantaranya pelaksaan Grand Launching(9 Februari), Bhakti Kandidat(11 Februari), dan debat kandidat yang akan dilaksanakan besok, 13 Februari 2009, di gedung C lantai 2) FISIP UI.
Di tengah kesibukan mempersiapkan tim Obama (Official Bhakti-Mansyur) yang soli d secara internal, dan kekeluargaan, masih banyak tantangan yang harus dilalui, bounding Obama, evaluasi kegiatan, konsistensi visi-misi dengan praktik keseharian, dan pemantapan program-program kerja.
Salah satu program kerja menarik yang disuguhkan calon bernomor urut 2 ini adalah Pekan Komunitas. Maka, yang menjadi pertanyaan mendasar adalah, apa sih Pekan Komunitas? mengapa perlu ada Pekan Komunitas?Bagaimana perencanaan dan pelaksanaannya?
Pekan Komunitas adalah special event yang akan diadakan oleh pasangan krimonologi 06 dan sosiologi 06 ini dalam rangka mewadahi dan mengapresiasi minat dan bakat seni serta olahraga semua masyarakat FISIP UI, terutama komunitas-komunitas yang terdapat di FISIP, seperti Komunitas Tari Fisip (KTF), Komunitas Fotografi, Komunitas Film, Komunitas Bola Fisip (KBF), teater, dll.
Selain dapat menunjukan kegiatan-kegiatan seru komunitas, acara Pekan Komunitas juga dapat mensosialisasikan profile serta proker komunitas-komunitas tersebut. Pekan Komunitas tidak hanya ditujukan kepada anak-anak komunitas saja, tetapi untuk seluruh masyarakat FISIP UI, mulai dari civitas akademika, pegawai takor (Kantin Korea-Red), sampai karyawan dekanat.
Sebagai realisasi kecintaan dan penghormatan pasangan penyuka seni puisi ini terhadap komunitas seni dan olahraga FISIP, Pekan Komunitas ini akan diadakan selama lebih kurang seminggu, dengan melibatkan semua elemen masyarakat FISIP, secara aktif, sebagai bentuk lain dari bound-ing internal yang diutamakan OBAMA. Kekeluargaan dan persahabatan yang kuat diantara komunitas, komunitas-masyarakat FISIP, masyarakat FISIP-dekanat. Bhakti-Mansyur siap menjalankan proker Pekan Komunitas!
Semoga proker ok ini dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan kita semua^^
Posted in Uncategorized
aku ingin mendaki
Bhakti Eko Nugroho
Aku ingin mendaki
Tak mengapa menanjak
Biarkan hutan lebat, dingin, licin kulewati
Biarkan hujan membasahi
Aku ingin mendaki
Agar menyaksikan kesempurnaan hidup dan keindahan kebenaran
Aku ingin mendaki untuk mengekang keangkuhan diri
Sebab dengan menyaksikan kedaulatan pencipta, aku akan menemukan kerapuhan dan keroposnya seorang diri ini
Aku ingin mendaki
Tak mengapa letih dan badai berbaur untuk memadamkan semangat
Aku ingin mendaki
Agar memahami bahwa setiap helai daun yang jatuh,
setangkai edelweis di 3000 dpl, dan seorang hamba di rimba hutan
tak akan pernah lepas dari awas dan cinta-Mu
meski ada pula abdiMu yang mencoba melampaui
Aku ingin mendaki
Agar mengenal betapa sukarnya
berjalan di tengah hutan meski dengan kompas
sehingga peluang tersesat dapat ditemui
dan semakin besar peluang itu
jika badai atau kabut datangmenghalangi pandang
sehingga Pencnta Alam yang berkali-kali diklat-pun dapat tersesat
dan pada akhirnya tim SAR akan memahaminya sebagai kelalaian
kemudian memaafkan
Aku ingin mendaki untuk menempa diri
Untuk mengenal kehidupan lain, menerima jiwa lain, dan yang pasti memahami orang lain
Sehingga pada akhirnya Aku memiliki keberanian untuk memaafkan
Dan mampu berkata seperti orang Alim
“Dia benar, saya keliru”
Posted in Uncategorized
Me-romantisasi-kan Gerakan mahasiswa (kita)[1]
Bhakti Eko Nugroho[2]
Pada kami timbul keragu-raguan yang besar
Apakah masih ada gunanya belajar,
berdiskusi, dan lain-lain, sedang rakyat kelaparan dimana-mana
Padanya terdapat rangsangan yang kuat untuk bertindak, ‘to take action’[3]
Soe Hok Gie
Keresahan merupakan syarat mutlak yang mesti dimiliki oleh siapapun yang terlibat dalam gerakan mahasiswa, dahulu atau saat ini. Keresahan pulalah yang memantik gerakan besar mahasiswa tahun 1966, dimana Soe Hok Gie mengambil peran dalam gerakan fenomenal yang berhasil menumbangkan rezim Sukarno (1945-1966) tersebut. Keresahan disini bukanlah ilham atau wahyu yang datang dari goa. Ia merupakan konsekuensi dari proses panjang belajar, membaca, dan berdiskusi sebagai satu bentuk dari pergulatan pencarian pengetahuan. Singkatnya, keresahan merupakan konsekuensi dari intelektualitas. Banyak benarnya dari apa yang dikatakah bung Hatta, bahwa seorang intelektual pastilah orang yang selalu resah, karena ia saksikan kebenaran yang didapati dari teks-teks buku dan ceramah di ruang ilmu ternyata direndahkan diruang hidup yang sebenarnya. Kejujuran, keadilan, cinta mesti ditundukan oleh kuasa dan kesewenangan. Jadilah mayoritas rakyat semakin dipinggirkan dan miskin, sementara minoritas penguasa yang borjuistik terus menerus mengambil keuntungan dari situasi ini. Soe Hok Gie ketika masih berusia remaja, merekam situasi ini dalam catatan hariannya:
Siang tadi ketika aku momong kera, aku bertemu dengan seorang (bukan pengemis) yang tengah memakan kulit mangga. Rupanya ia kelaparan…..
Ya, dua kilometer dari pemakan kulit, ‘paduka’ kita mungkin lagi tertawa-tawa, makan-makan dengan isteri-isterinya yang cantik….
Dan rakyat makin lama makin menderita. Aku besertamu orang-orang malang[4].
Pada akhirnya keresahan-keresahan yang bersembunyi dalam setiap jiwa intelektual waktu itu menemukan jodohnya, yaitu momentum. Pemerintahan Soekarno yang lebih terfokus pada wacana revolusioner ternyata menyisakan persoalan ekonomi. Wacana revolusioner pemerintah seakan hal yang begitu utopis, dan rakyat menghadapi persoalan nyata: semakin sulit memperoleh barang-barang dasar karena naiknya harga-harga, dari mulai bahan pokok hingga tarif angkutan. Krisis ekonomi kemudian menciptakan kepanikan dan ketakutan rakyat. Saat itulah, pertautan antara intelektualitas dan realitas bertemu. Soe Hok Gie mengatakan bahwa harus ada balance antara tantangan-tantangan intelektualisme dan kemesraan emosional[5]. Sehingga saat itupulalah dituntut lahirnya keputusan yang cepat dan tepat dari kelompok intelektual ini untuk terlibat atau tidak dalam peristiwa sejarah yang tengah berlangsung itu. Soe Hok Gie-lah, yang kemudian mengambil alih jalan cerita dan menjadi sutradara perjuangan intelektual mahasiswa untuk terlibat saat itu. Dalam catatan hariannya ia katakan:
Aku adalah ‘arsitek’ dalam longmarch ini. Tujuanku sebenarnya tidak banyak. Aku ingin agar mahasiswa-mahasiswa ini menyadari betapa mereka adalah the happy selected few yang dapat kuliah dan karena itu mereka harus juga menyadari dan melibatkan diri dalam perjuangan bangsanya[6]. Read More…
Posted in Uncategorized
bakti kandidat
It’s time to contribute for FISIP UI
OBAMA (ofisial Bhakti Mansyur) malam ini tengah mengadakan persiapan sematang mungkin. Kami sangat ingin menjadikan bakti kandidat ini bukan hanya semata-mata menjadikan mahasiswa FISIP UI memperbanyak jumlah suara, tapi lebih dari itu. Kami ingin mahasiswa FISIP merasakan kontribusi yang nyata dari ketua BEM selanjutnya (Bhakti-Mansyur, amin).
Pojok Bhakti-Mansyur pun tidak akan terhindar dari kontribusi, karena kami menyadikan print gratis. Tapi ingat! wajib bolak-balik, karena sayang dong pohon ditebang terus menerus sebagai bahan dasar pembuatan kertas.
Pusat keramian acara esok (RABU, 11 Februari 2009, pukul 13:00 – 18:00) berada di TAKOR, akan ada persembahan musik, yang dihindari mengganggu mahasiswa yang sedang belajar, beberapa pengisi tersebut meliputi:
1. K-C band
merupakan band baru yang digawangi oleh Input komunikasi 2006 dan kawan-kawan.
2. Gift
adalah nasyid yang salah satu personilnya Dadan Administrasi Negara 2005 (mantan calon ketua BEM FISIP 2008). afiliasi pria yang cukup vokal di jurusannya ini (Dadan) sangat terlihat dengan mengisi pada acara bakti kandidat besok dengan suka rela.
3. britway band
britway sering tampil dimana-mana, pastinya britway yang sudah profesional mendapat royalti tersendiri yang memang pantas. Tapi karena CM kami (baca: Ucup politik 07) adalah bassist dari Britway, urusan royalti, cingcay ayh! wo kasih geratis!
3. musikalisasi puisi, calon yang kami usung Bhakti dan Masyur
ow,,ow,,ow,, ternyata selain mampu me-manage organisasi dan kepanitiaan dengan baik, mereka memilliki darah seni yang berdesir dalam tubuhnya. Salut penulis untuk mereka berdua. Penulis membayangkan mereka dapat me-manage organisasi dan kepanitian dengan penuh keteraturan, namun tetap CERIA.
4. Miss Earth (Tyas HI’06)
Tyas adalah seorang duta lingkungan yang memiliki banyak kelebihan, highest GPA, juara debat, dan pastinya sangat memperhatikan masalah lingkungan. Tentunya orang secerdas Tyas tidak akan asal mendukung satu kandidat. Alasan Tyas mendukung Bhakti-Mansyur karena program yang dibawa sangat membawa arti bagi lingkungan, mendorong kemajuan FLOEM (FISIP LOVE ENVIRONMENT) dan mengadvokasi penggunaan kertas bolak-balik bukan hanya di tingkat departemen, tetpai juga sampai ke dekanat.
Dan untuk Guest star pada acara esok adalah PAYUNG TEDUH, dengan alunannya mampu meneduhkan pikiran-pikiran kita.
Penulis berpikir, tidak punya alasan untuk tidak hadir dalam acara ini,
Keep fight! cos Allah never sleep!
Posted in Uncategorized
Recent Comments